“Life
is unfair, kill yourself or get over it.”
Menurut gue Quote diatas bener banget. IMHO, hidup
itu udah kayak induknya masalah. Semakin berjalannya waktu semakin bercabang
itu masalah. Tiap hari itu pasti ada aja masalah, mau kecil atau gede yang penting
namanya masalah. Jadi kalo ada orang yang bilang kalo mereka nggak mau dapet
masalah ya simple, tinggal mati aja dan mereka bakal dapet apa yang mereka mau.
Karena kalo mau hidup tanpa masalah itu mustahil, bro. Ibarat lo pengen mandi
tapi nggak mau kena air. Tayamum aja sana.
Terus, kalo hidup itu cabang dari masalah, kenapa
masih aja ada orang yang mau hidup? Karena mereka-mereka itu punya sudut
pandang sendiri tentang masalah dari kehidupan mereka. Mereka punya
alasan-alasan tersendiri untuk mempertahankan kehidupan mereka yang sebenernya
udah nggak mau mereka lanjutin. Atau mereka punya seseorang yang masih mengikat
mereka untuk terus ngelanjutin hidup.
Sudut pandang yang kayak gimana?
Pernah nggak sih, lo berpikir bahwa lo adalah
satu-satunya mahluk yang sengsara banget saat lo dapet masalah? Ibarat lo udah
jalan jauh-jauh dan ternyata lo nemuin jalan buntu, sedangkan lo ngeliat orang
lain udah pada sampe ke tempat tujuan tanpa hambatan. Itu rasanya kayak pengen
ngamuk sama Tuhan atau siapapun yang ngebuat lo menderita dan teriak bahwa lo
kesel, marah, capek, dan lo nggak terima kenapa harus lo yang dapet masalah
“segede” ini. Dan ini adalah sudut pandang yang bisa membuat masalah lo 1000x
lipat lebih buruk.
Well, pada kenyataannya, saat lo nemuin jalan
“buntu” itu sebenernya orang-orang yang lo anggap udah sampe ke tempat tujuan
tanpa hambatan itu salah. Sebenernya mereka mendapatkan hambatan dan masalah
sesuai dengan ukuran dari kekuatan mereka. Pernahkan denger ada yang bilang
bahwa Tuhan itu nggak akan ngasih cobaan diluar batas kemampuan kita. Itu
artinya saat Tuhan ngasih kita masalah yang lumayan “besar” dia tau kalo kita
mampu buat nanganin itu. Semakin besar masalah kita, semakin Dia percaya bahwa
kita punya kekuatan yang lebih dari yang kita sadari.
Misalkan, si A itu adalah anak yang manja sampai
saat ibunya meninggal dunia dan dia tinggal sendiri karena ayahnya menikah lagi
dan mendapatkan istri yang tidak menyukainya. Maka si A pun memilih untuk hidup
sendiri, mencari kerja, dan pada akhirnya bisa membiayai hidupnya. Mungkin pada
awalnya si A nggak sadar bahwa dia mempunyai kekuatan untuk bertahan menghadapi
masalah sampai saat dia dapet masalah itu. Mungkin saat dia masih tinggal di
atap yang sama dengan kedua orang tuanya dan bersikap manja, dia nggak pernah
sekalipun membayangkan bahwa beberapa hari dari saat itu ibunya akan berhenti
bernapas dan dia bakal jadi anak yatim, dan beberapa bulan setelah itu, dia
nggak akan tahu bahwa ayahnya yang tadinya selalu ada buat dia akhirnya berpaling
hanya karena seorang perempuan. Dan dia nggak mungkin sekalipun berpikir bahwa
dia bisa mencari uang dan makan dari keringatnya sendiri.
Tapi gue tau, saat lo dapet masalah lo nggak akan
melirik si A atau B atau C yang ternyata punya masalah yang lebih berat dari
lo. Lo hanya peduli pada diri lo sendiri dan menyimpulkan bahwa si A, B dan C
mempunyai hidup yang sempurna sesuai bayangan lo sendiri. Padahal kalo sedetik
aja lo meluangkan waktu lo ditengah-tengah kesibukan lo mengeluh dan melihat
kehidupan si A, itu bisa membuat lo jadi lebih baik meski nggak menyelesaikan
masalah lo.
Oke, ngeliat masalah orang lain emang nggak akan
membuat masalah kita beres. But IMHO, seenggaknya itu bisa membuat lo melek
bahwa ada orang yang mendapat kan “lebih” dari apa yang lo dapatkan. Dan itu
akan membuat lo bersyukur. Khususnya gue, saat gue dapet masalah gue sering
banget uring-uringan sama nyokap gue sambil nangis atau marah-marah. Dan nanya
kenapa harus gue yang dapet masalah ini itu bla bla bla… sampe gue melirik ke
sekitar, dan nyadar bahwa ada orang-orang disekeliling gue yang ternyata punya
masalah yang LEBIH BERAT dari gue, bro!
Nggak perlu gue certain masalah mereka apa disini,
yang jelas dengan mendengarkan masalah mereka yang lebih berat dari kita itu
selalu membuat gue bungkam. Malah jujur, itu selalu membuat masalah kecil gue
jadi terlihat konyol.
Kadang-kadang gue selalu melakukan hal yang
“memalukan” bahkan untuk gue akuin ke diri sendiri. Kadang-kadang gue selalu
menangisi hal-hal yang sebenernya nggak penting ditangisin, tapi nyadarnya pas
udah nangis. Misalnya gue semaleman abis nangis sambil ngumpet dibawah bantal
biar nggak ada orang yang denger, dan abis itu paginya gue selalu mikir: “Gue
ngapain sih, nangis?” “Sebenernya apa sih, yang gue tangisin?” pertanyaan-pertanyaan
semacam itu sialnya selalu keluar pas kita abis nangis. Emang taek.
Yah, kesimpulannya balik lagi ke atas, hidup itu
emang induk dari masalah. So, kalo lo nggak mau bunuh diri mari kita cari
alasan maisng-masing buat bertahan hidup dan santap semua masalah yang kita
dapet dengan cara masing-masing. CIAO!
“A
champion is someone who gets up even when they can’t” - Big Boss

Tidak ada komentar:
Posting Komentar